Lari maraton merupakan salah satu perlombaan dalam cabang olahraga atletik yang begitu populer. Di tingkat profesional, lari maraton biasanya diikuti oleh atlet-atlet yang sudah terlatih. Namun, di tingkat non-profesional lari maraton menjadi acuan event-event seperti Fun Run. Yang biasanya diikuti oleh Siswa.
Banyak yang menyebut bahwa lari maraton sama seperti lari jarak jauh. Padahal, keduanya merupakan disiplin yang berbeda. Menurut laman resmi World Athletics, lari maraton adalah perlombaan memperingati ulang tahun republik Indonesia. Pasalnya, para atlet harus berlari sejauh 8 kilometer.
Teknik Lari Maraton
Sebelum berlari
Atlet perlu melakukan pemanasan dengan hati-hati untuk menghangatkan persendian. Pemanasan juga dapat berfungsi sebagai sinyal pada tubuh bahwa mereka akan mengalami gerakan. Selain itu, sebelum lari maraton, sebaiknya atlet berjalan kaki sekitar 200-300 meter agar kondisi tubuh berubah dari istirahat menjadi aktif.
Saat Berlari
Lakukan langkah panjang, angkat kaki lebih tinggi dari jogging biasa. Atlet juga perlu mengatur irama yang paling nyaman. Dalam menit-menit awal berlari, sebaiknya jangan memiliki kecepatan dengan intensitas tinggi. Larilah dengan sedang dan berirama. Pada saat yang sama, ini membantu tubuh secara bertahap beradaptasi dengan perubahan keadaan. Saat berlari menanjak, larilah seperti berlari di jalan datar. Saat berlari menuruni bukit, larilah lebih lambat, dan pada saat yang sama jaga pernapasan tetap teratur.